Belajar Dari Pohon Bambu
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Desember 5, 2007
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Ali Imraan : 190)
Coba perhatikan pohon bambu. Dalam sekumpulan pohon bambu tentu ada bambu yang lurus dan ada juga bambu yang bengkok yak?. Baik, kita bahas satu persatu…
Bambu Lurus
Bambu yang lurus mempunyai kelebihan dibandingkan bambu yang bengkok. Bambu yang lurus mempunyai harga jual yang jauh lebih tinggi daripada bambu yang bengkok. Semakin lurus dan semakin kokoh bambu itu, maka nilai jualnya akan semakin tinggi. Manusia lebih banyak memperhatikan bambu yang lurus ini dan menggunakannya untuk keperluan-keperluan yang baik seperti penyangga rumah, membuat perabotan rumah tangga sampai dengan digunakan sekedar untuk mengambil buah-buah dari pohonnya.
Bambu yang lurus lebih didahulukan daripada bambu yang bengkok. Manusia memperhatikan bambu yang lurus dan ingin segera menggunakan bambu lurus itu untuk memenuhi keperluannya, oleh karena itu biasanya umur bambu lurus lebih pendek daripada bambu yang bengkok.
Bambu Bengkok
Bambu bengkok cenderung banyak dilupakan oleh manusia. Selain tidak punya harga jual, bambu bengkok juga tidak banyak membantu memenuhi keperluan manusia. Paling-paling digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak. Karena itu pula bambu bengkok dibiarkan saja sehingga umurnya lebih panjang.
Demikian pula manusia, Allah sangat memperhatikan seorang manusia yang berada pada jalan yang lurus sampai-sampai Allah memanggilnya lebih cepat untuk menjaganya dan memberikan kebaikan yang kekal yang jauh lebih baik dari dunia seisinya. Bagaimana dengan manusia yang berada dijalan yang sesat..? Untuk dijadikan bahan bakar di neraka..? Wallaahua’lam…
Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka. (Yunus:11)






















![[Valid RSS]](http://feedvalidator.org/images/valid-rss.png)








Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Ali Imraan : 190)
Desember 10, 2007 pada 11:31 am
tetapi perlu perjuangan yg lebih utk selalu lurus, karena saat ini lebih banyak orang yg menyukai tipe orang2 yg bisa dibengkokkan dari pada tipe org yg lurus..
kadang bambu yg lurus pun di bengkok-kan..
Desember 15, 2007 pada 2:32 pm
assalamu’alaykum akhi…
bambu lurus memang lebih disukai
seperti itulah manusia…terkadang kita merasa bahwa apa yg kita lakukan..apa yg sudah kita usahakan untuk Allah…akan lurus2 aja…namun…apa mungkin akan terus lurus? yah tanpa disadari bahwa apa yg kita lakukan ternyata belum tentu Allah menganggapnya lurus…karena bisa jadi tersisipi oleh hal2 lain…Ya Allah….Astagfirullah….semoga kita masih tetap beribadah karenaNya….masih dalam jalan-Nya yang lurus…..dan semoga Allah masih memberi kita kelurusan hati untuk beribadah pada-Nya…
Desember 18, 2007 pada 2:16 pm
kisah nabi semua itu
Desember 18, 2007 pada 2:19 pm
ingat ilmu-mu hanya setetes air d samudera luas.
tapi,aku suka sikap-mu…aku akan menjempt-mu jam12 malam
Desember 20, 2007 pada 1:08 am
tapi bambu bengkok kalau diolah orang-orang kreatif malah menjadi barang seni yang bernilai jual tinggi, sebaiknya tidak menyingkirkan begitu saja “bambu-bambu bengkok” karena Allah menciptakannya tidak dengan sia-sia. lagi pula tidak ada yang tak lekang oleh masa, akibat panas dan hujan tak mustahil bambu lurus membengkok…selalu butuh lebih dari perjuangan untuk selalu lurus….Astagfirullah.semoga kita masih tetap beribadah karenaNya
Januari 7, 2008 pada 4:47 pm
Menjadi lurus atau bengkok sebenarnya adalah sebuah pilihan. Banyak orang yang lurus tapi diakhir hayatnya malah menjadi bengkok. Tapi banyak yang bengkok kemudian di akhir hayatnya malah menjadi lurus. Adalah sebuah keharusan untuk kita selalu memohon dengan do’a :
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Amin.
April 12, 2008 pada 8:11 pm
bengkok belum tentu tidak berharga…?
justru yang lurus itu bisa di bengkokkan….?
April 30, 2008 pada 3:46 pm
bengkok dan lurus tergantung dari situasi dan kondisi,ana mengamati pertumbuhan dari bambu,bisa dipendekan atau ditinggikan tergantung kemauan kita yang menanam,begitu juga manusia tergantung situasi dan kondisi tinggal kita bagaimana menyikapinya,mau lurus atau bengkok semua pasti akan dikabulkan Tuhan tinggal pertanggungjawaban kita nanti di Akhirat kelak,betul tidak?
Mei 8, 2008 pada 3:05 pm
bengkok? lurus? seperti sama saja, harusnya kita belajar pada rumput yang bergoyang seperti kata om ebiet g ade, hehehe….
Mei 17, 2008 pada 9:58 am
> Alhamdullillah kita ucapkan atas diberi kesempatan untuk
> menimbah ilmu melalui jaringa ini dan mudah2an jaringan ini
> semakin baik dan semoga sukses .
> Kami sangat berteima kasih atas fasilitas yg telah disediakan ini.
> Semoga ini yg terbaik untuk kita semua amin.
Mei 24, 2008 pada 8:11 pm
semua jenis bacaan itu ada manfaatnya bila mana kita melihatnya fari sisi yang positi..
betul tidaa’ ?